Pages

Showing posts with label Tips & Trick. Show all posts
Showing posts with label Tips & Trick. Show all posts

Monday, July 15, 2013

Tingkatkan Selling Points bisnis anda

Ketekunan, kerja keras, ketelitian merupakan kunci sukses berbisnis . Selain itu dibutuhkan pula kesabaran dan ketelatenan jangka panjang dalam menjalankan bisnis.
Selain itu, diperlukan juga strategi dalam menjalankan bisnis. Penjualan menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnis. Strategi pertama yang harus Anda lakukan ialah meningkatkan jumlah pelanggan.
Ini memang bukan perkara mudah, perlu strategi dan kiat untuk mewujudkannya. Cara mudah menjaring pelanggan baru, umunnya dengan menawarkan produk yang ada atau mengembangkan penawaran baru. Idealnya Anda akan harus memanfaatkan penawaran Anda untuk memasuki pasar baru atau memperluas jangkauan dalam pasar yang ada.
Untuk mendeteksi pasar, ada baiknya Anda melakukan sebuah riset. Riset pasar merupakan strategi awal untuk menjual. Hal ini mengajarkan Anda banyak hal tentang apa yang akan Anda perlu tahu untuk secara efektif menjangkau pelanggan baru, seperti apa yang harus dikatakan, lalu bagaimana mengatakannya dan kepada siapa.
Setelah itu, Anda harus meningkatkan frekuensi pembelian. Jalur cepat meningkatkan frekuensi pembelian adalah dengan membuat semudah mungkin bagi pelanggan untuk melakukan transaksi dengan Anda berulang kali. Cara lain adalah memberikan nilai tambahan bagi pelanggan, yang akan bermuara pada terbangunnya loyalitas para pelanggan.
Jika Anda membuat sistem yang lebih memudahkan bagi pelanggan dalam melakukan transaksi dengan Anda, lalu pelanggan membandingkan dengan kompetitor usaha sejenis, maka Anda akan menjadi pihak yang lebih unggul dari mereka.
Strategi lain untuk meningkatkan frekuensi pembelian ialah layanan purna jual atas berbagai produk ataupun jasa yang kita pasarkan. Pada umumnya pembeli atau pelanggan sangat mempertimbangkan pelayanan purna jual dari produk yang memberikan jaminan pada mereka.
Meningkatkan jumlah unit yang terjual menjadi langkah terakhir. Secara logika, bila Anda meningkatkan jumlah unit yang terjual, maka Anda pun mendorong meningkatnya jumlah pelanggan sekaligus mendongkrak jumlah transaksi dari pelanggan Anda.
Dan jika Anda ingin menjual lebih banyak produk, Anda harus konsisten dalam terciptanya nilai tambah bagi pelanggan. Caranya? Anda hanya perlu memahami, bagaimana pelanggan Anda menafsirkan, mendefinisikan, dan mengukur nilai yang mereka terima dari produk dan jasa Anda.
Untuk melihat hasil yang nyata, Anda harus pula memulai dengan pengetahuan yang telah Anda ketahui seputar pelanggan Anda. Karena dengan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pelanggan, Anda sudah mengantongi sebagian modal untuk meningkatkan garis pertumbuhan pada keuntungan perusahaan Anda.

Fokuslah pada kebutuhan pelanggan Anda yang akan menjadi informasi dasar dalam meningkatkan angka penjualan yang lebih banyak, mempertahankan pelanggan, serta memperoleh pelanggan baru. (as/dari berbagai sumber)

Tips and Trik Memulai bisnis online

Bisnis online saat ini marak bak cendawan di musim hujan. Meski pemainnya telah banyak, bisnis ini tetap menjanjikan peluang tersendiri. Tentunya, untuk bertahan di bisnis online diperlukan strategi yang matang. Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan:
1. Gali informasi sebanyak-banyaknya
Sebelum memutuskan untuk membuka bisnis online, ada baiknya Anda menggali banyak informasi dari senior atau rekanan yang lebih dulu membuka bisnis online. Gali banyak informasi mengenai bagaimana strategi, keuntungan, kerugian, kekurangan, serta kelebihannya. Banyak informasi akan membantu Anda untuk memikirkan strategi yang lebih jitu.
2. Aktif di pameran
Siapa bilang bisnis online hanya bisa aktif di dunia maya? Justru dengan aktif mengikuti bazaar, peluang memperkenalkan nama produk Anda jadi lebih besar. Selain dikenal melalui online, Anda juga dikenal secara offline. Hal ini juga mengantisipasi kebanyakan orang yang tidak seluruhnya membuka internet.
3. Gunakan strategi dari mulut ke mulut
Jangan ragu untuk aktif mempromosikan dagangan dengan cara dari mulut ke mulut melalui organisasi atau komunitas yang Anda ikuti. Meski terkesan old school, namun cara ini juga terbilang jitu karena mempermudah pangsa pasar mengenal produk Anda.
4. Pasang iklan
Merasa kurang jitu dalam memasang strategi marketing usaha Anda? Coba sekali-kali Anda memasang iklan di surat kabar, majalah, atau buletin. Cara ini terbilang kuno, namun hingga kini, tak hanya toko offline yang bisa meraup sukses, toko online pun demikian.
5. Profesional
Jangan pernah berpikiran bahwa online shop hanyalah toko yang hanya ada di balik layar. Dengan memperlakukan usaha dan dagangan Anda secara profesional, seperti memberikan bonus khusus bagi reseller atau menjadwalkan beberapa bulan sekali memberikan diskon bagi pelanggan adalah salah satu contoh bersikap profesional. Jangan lupa juga, pembeli adalah raja, terlebih lagi ini adalah toko online, jadi kepercayaan memang sangat dibutuhkan. (as)



Tuesday, July 9, 2013

Tips keuangan

Jakarta - Jika ingin kondisi keuangan Anda sehat, jangan terlalu fokus kepada pengeluaran besar. Justru biasanya penyebab sakitnya kondisi keuangan Anda gara-gara pengeluaran kecil namun dilakukan terus-menerus.

Kebiasaan buruk seperti ini justru yang membuat pengeluaran menumpuk hingga menjadi pengeluaran besar. Seperti halnya dengan banyak kebiasaan buruk lainnya, Anda mungkin bahkan tidak akan menyadari hal-hal buruk itu sampai Anda pulang ke rumah dan termenung di malam harinya 

Jadi, pertimbangkan hal ini: Anda mungkin telah melakukan banyak hal bodoh dengan uang Anda dan kini saatnya membuat beberapa perubahan sebelum Anda benar-benar menguras rekening bank sendiri.

Setengah tahun sudah berjalan di 2013, mari kita mulai membebaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa membahayakan kondisi keuangan. Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan buruk soal pengeluaran uang yang sebaiknya dihindari seperti dikutip dari DailyFinance, Jumat (5/7/2013).

1. Terlalu Sering Makan di Luar


Sedikitnya Anda makan tiga kali sehari, artinya dalam sebulan bisa sampai seratus kali kesempatan untuk makan di luar dan memungkinkan untuk menghabiskan banyak uang. Terlalu banyak orang menggunakan kesempatan itu dengan pergi keluar untuk makan atau memesan makanan.

Makan siang, misalnya. Jika Anda makan siang di Cafe, tentu biaya yang dikeluarkan cukup besar. Hal ini bisa dikurangi dengan makan siang di warteg atau warung padang yang tentunya jauh lebih murah.

Tapi, alangkah lebih baiknya lagi jika Anda membawa bekal dari rumah sehingga biaya makan Anda sudah termasuk dalam daftar belanja bulanan dan tidak perlu mengeluarkan uang lagi.

Pergi keluar untuk makan malam bahkan lebih buruk lagi. Setidaknya satu orang bisa menghabiskan uang sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 untuk sekali makan. Belum lagi jika ingin beli cemilan untuk dimakan di rumah sebelum tidur.

Bahkan sarapan di luar juga masuk dalam pengeluaran yang menguras anggaran. Membeli sekotak sereal di awal pekan atau roti tentunya akan lebih murah ketimbang harus membeli bubur atau nasi kuning di dekat kantor setiap pagi.

2. Gila Diskon


Ada banyak cara perusahaan menarik konsumen. Salah satunya adalah dengan memberikan diskon, apalagi jika potongan harga itu berlaku dalam jangka waktu yang pendek.

Penjual selalu pandai memikat pembeli dengan memberikan diskon yang menjanjikan yang akan hilang jika Anda tidak segera membelinya. Contohnya, potongan 50% khusus hari ini saja, atau beli satu dapat dua jika membeli hari ini, dan lain-lain.

Program diskon seperti ini yang akan membuat Anda membeli barang yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Bahkan, konsumen bisa membelinya hanya karena diskon, padahal tidak butuh-butuh amat.

3. Sering Nonton Film Bioskop


Bagi mereka yang berpenghasilan cukup tinggi, mungkin menonton film di bioskop bukan termasuk pemborosan. Tapi, lain halnya dengan mereka yang berpenghasilan menengah.

Ambil contoh, harga rata-rata tiket bioskop di Jakarta pada hari biasa sekitar Rp 25.000-40.000 per orang. Kita ambil sekitar Rp 40.000 untuk sekali nonton. Jika Anda punya pasangan, berarti jadi Rp 80.000.

Ditambah biaya popcorn dan minuman bisa jadi total sekitar Rp 120.000. Setelah nonton tidak langsung pulang dan ingin isi perut lagi, akhirnya makan di cafe atau restoran cepat saji, menu dua orang kira-kira Rp 100.000.

Hanya dalam waktu kurang dari enam jam, Anda sudah menghabiskan Rp 220.000. Masih terlihat kecil? Bulan ini memasuki musim panas di negeri barat, saatnya film-film box office bermunculan.

Dalam satu bulan Anda pergi menonton empat kali atau satu pekan sekali, total uang keluar Rp 880.000. Biaya yang cukup besar untuk dana hiburan, jika tidak dikurangi akan bahaya terhadap kondisi keuangan Anda.

Cara mengatasinya adalah dengan membatasi acara pergi nonton bioskop dan sedikit bersabar menunggu DVD nya keluar. Jika filmnya tidak bagus-bagus amat, lebih baik nunggu DVD-nya rilis atau bahkan tunggu sampai nongol di televisi swasta saja.

4. Mengejar Poin dan Reward Kartu Kredit atau Debit


Banyak orang terjebak dengan program ini, hanya demi mengejar poin atau reward di kartu kredit, akhirnya belanja kebablasan dan tidak pakai itungan, yang penting menang undian.

Pikirkan kembali tujuan awal Anda mengambil kartu kredit atau debit, apakah Anda melakukannya untuk mendapatkan poin dan reward? Itu tidak berarti bahwa Anda tidak harus mengubah kebiasaan belanja Anda demi mengejar poin. 

Jika Anda bisa mendapatkan bonus sangat signifikan dengan menghabiskan banyak uang dalam beberapa bulan pertama, maka Anda bisa belanja bulanan dengan menyetok barang-barang untuk bulan-bulan berikutnya. Sehingga, pengeluaran Anda besar di awal, dan dapat poin tentunya, dan di bulan-bulan berikutnya tidak perlu terlalu boros.

5. Malas Untuk Menghentikan Tagihan Berulang


Tahun ini Anda berniat kurus dan kekar dengan cara ikutan jadi anggota salah satu pusat kebugaran alias gym. Gym ini bayarannya bulanan, Anda minta pembayaran dilakukan otomatis tiap bulan melalui kartu kredit.

Awalnya mungkin Anda semangat, namun seiring waktu berjalan, lama-lama Anda mulai malas ke gym atau bahkan lupa dan berhenti pergi sama sekali. Jika Anda tidak datang ke tempat gym dan membatalkan keanggotaan, bisa jadi tagihan kartu Anda akan terus ditarik setiap bulan untuk layanan yang sebenarnya tidak lagi Anda gunakan. 

Mungkin Anda sudah lupa jika biaya ini berulang, atau mungkin di dalam hati Anda masih berniat ingin pergi ke gym lagi karena tahun ini sudah berjanji ingin kurus dan kekar. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk pengeluaran Anda.

Monday, July 8, 2013

Tips & Trick : 5 kebiasaan buruk yg merugikan keuangan


Jika ingin kondisi keuangan Anda sehat, jangan terlalu fokus kepada pengeluaran besar. Justru biasanya penyebab sakitnya kondisi keuangan Anda gara-gara pengeluaran kecil namun dilakukan terus-menerus.

Kebiasaan buruk seperti ini justru yang membuat pengeluaran menumpuk hingga menjadi pengeluaran besar. Seperti halnya dengan banyak kebiasaan buruk lainnya, Anda mungkin bahkan tidak akan menyadari hal-hal buruk itu sampai Anda pulang ke rumah dan termenung di malam harinya 

Jadi, pertimbangkan hal ini: Anda mungkin telah melakukan banyak hal bodoh dengan uang Anda dan kini saatnya membuat beberapa perubahan sebelum Anda benar-benar menguras rekening bank sendiri.

Setengah tahun sudah berjalan di 2013, mari kita mulai membebaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa membahayakan kondisi keuangan. Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan buruk soal pengeluaran uang yang sebaiknya dihindari seperti dikutip dari DailyFinance, Jumat (5/7/2013).

1. Terlalu Sering Makan di Luar


Sedikitnya Anda makan tiga kali sehari, artinya dalam sebulan bisa sampai seratus kali kesempatan untuk makan di luar dan memungkinkan untuk menghabiskan banyak uang. Terlalu banyak orang menggunakan kesempatan itu dengan pergi keluar untuk makan atau memesan makanan.

Makan siang, misalnya. Jika Anda makan siang di Cafe, tentu biaya yang dikeluarkan cukup besar. Hal ini bisa dikurangi dengan makan siang di warteg atau warung padang yang tentunya jauh lebih murah.

Tapi, alangkah lebih baiknya lagi jika Anda membawa bekal dari rumah sehingga biaya makan Anda sudah termasuk dalam daftar belanja bulanan dan tidak perlu mengeluarkan uang lagi.

Pergi keluar untuk makan malam bahkan lebih buruk lagi. Setidaknya satu orang bisa menghabiskan uang sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 untuk sekali makan. Belum lagi jika ingin beli cemilan untuk dimakan di rumah sebelum tidur.

Bahkan sarapan di luar juga masuk dalam pengeluaran yang menguras anggaran. Membeli sekotak sereal di awal pekan atau roti tentunya akan lebih murah ketimbang harus membeli bubur atau nasi kuning di dekat kantor setiap pagi.

2. Gila Diskon


Ada banyak cara perusahaan menarik konsumen. Salah satunya adalah dengan memberikan diskon, apalagi jika potongan harga itu berlaku dalam jangka waktu yang pendek.

Penjual selalu pandai memikat pembeli dengan memberikan diskon yang menjanjikan yang akan hilang jika Anda tidak segera membelinya. Contohnya, potongan 50% khusus hari ini saja, atau beli satu dapat dua jika membeli hari ini, dan lain-lain.

Program diskon seperti ini yang akan membuat Anda membeli barang yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Bahkan, konsumen bisa membelinya hanya karena diskon, padahal tidak butuh-butuh amat.

3. Sering Nonton Film Bioskop


Bagi mereka yang berpenghasilan cukup tinggi, mungkin menonton film di bioskop bukan termasuk pemborosan. Tapi, lain halnya dengan mereka yang berpenghasilan menengah.

Ambil contoh, harga rata-rata tiket bioskop di Jakarta pada hari biasa sekitar Rp 25.000-40.000 per orang. Kita ambil sekitar Rp 40.000 untuk sekali nonton. Jika Anda punya pasangan, berarti jadi Rp 80.000.

Ditambah biaya popcorn dan minuman bisa jadi total sekitar Rp 120.000. Setelah nonton tidak langsung pulang dan ingin isi perut lagi, akhirnya makan di cafe atau restoran cepat saji, menu dua orang kira-kira Rp 100.000.

Hanya dalam waktu kurang dari enam jam, Anda sudah menghabiskan Rp 220.000. Masih terlihat kecil? Bulan ini memasuki musim panas di negeri barat, saatnya film-film box office bermunculan.

Dalam satu bulan Anda pergi menonton empat kali atau satu pekan sekali, total uang keluar Rp 880.000. Biaya yang cukup besar untuk dana hiburan, jika tidak dikurangi akan bahaya terhadap kondisi keuangan Anda.

Cara mengatasinya adalah dengan membatasi acara pergi nonton bioskop dan sedikit bersabar menunggu DVD nya keluar. Jika filmnya tidak bagus-bagus amat, lebih baik nunggu DVD-nya rilis atau bahkan tunggu sampai nongol di televisi swasta saja.

4. Mengejar Poin dan Reward Kartu Kredit atau Debit


Banyak orang terjebak dengan program ini, hanya demi mengejar poin atau reward di kartu kredit, akhirnya belanja kebablasan dan tidak pakai itungan, yang penting menang undian.

Pikirkan kembali tujuan awal Anda mengambil kartu kredit atau debit, apakah Anda melakukannya untuk mendapatkan poin dan reward? Itu tidak berarti bahwa Anda tidak harus mengubah kebiasaan belanja Anda demi mengejar poin. 

Jika Anda bisa mendapatkan bonus sangat signifikan dengan menghabiskan banyak uang dalam beberapa bulan pertama, maka Anda bisa belanja bulanan dengan menyetok barang-barang untuk bulan-bulan berikutnya. Sehingga, pengeluaran Anda besar di awal, dan dapat poin tentunya, dan di bulan-bulan berikutnya tidak perlu terlalu boros.

5. Malas Untuk Menghentikan Tagihan Berulang


Tahun ini Anda berniat kurus dan kekar dengan cara ikutan jadi anggota salah satu pusat kebugaran alias gym. Gym ini bayarannya bulanan, Anda minta pembayaran dilakukan otomatis tiap bulan melalui kartu kredit.

Awalnya mungkin Anda semangat, namun seiring waktu berjalan, lama-lama Anda mulai malas ke gym atau bahkan lupa dan berhenti pergi sama sekali. Jika Anda tidak datang ke tempat gym dan membatalkan keanggotaan, bisa jadi tagihan kartu Anda akan terus ditarik setiap bulan untuk layanan yang sebenarnya tidak lagi Anda gunakan. 

Mungkin Anda sudah lupa jika biaya ini berulang, atau mungkin di dalam hati Anda masih berniat ingin pergi ke gym lagi karena tahun ini sudah berjanji ingin kurus dan kekar. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk pengeluaran Anda.
 

Blogger news

Ketentuan umum : 1. Blog ini diperuntukkan sebagai referensi edukasi umum di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra belaka. mengenai laman yang menyangkut promosi atau berhubungan dengan kepentingan komersial adalah kepentingan redaksional kontributor dan tidak menyangkut aspek komersialisasi pihak ketiga. 2. Blog ini disunting berdasarkan pemikiran penulis maupun kontributor, serta terdapat pula laman yang diposting dari beberapa sumber yang telah disebutkan siapa penulis atau pensuplai data (Orang atau Badan hukum). Apabila sumber belum tertera maka pihak yang bersangkutan dipershilakan untuk mengirimkan pesan untuk dicantumkan hak ekslusif (pencantuman nama kontributor) didalam laman/postingan Torilands blogspot. 3. Blog ini sangat mengedepankan eveluasi berupa kritik maupun saran singkat, yang dapat dikirimkan ke alamat email redaksi berikut : torilands@yahoo.co.id 4. Torilands blogspot adalah blog yang bersifat terbuka untuk umum. Anak maupun dewasa dapat membaca blog ini. 5. Simpati dan ingin berkontribusi dalam perkembangan blog ini? anda dapat mengirimkan artikel ke : Torilands@yahoo.co.id

Blogroll

enjoy your stay !

Special Thanks to

Margaretha admans, Kevin Indra mulia, Nitto Aditya, Lady Amelia, Arief setiawan, Jonathan alexander, Christian halim, Ryan Hidayat, Bellarminus nicholas. And the all of PHP partners